Sampah Kedatuk Milik dan Tanggung Jawab Siapa

Sampah Kedatuk Milik dsan Tanggung Jawab Siapa
Sampah Menggunung di jalan utama menuju desa Beririjarak 
Aroma tidak sedap tercium begitu kita sampai di jembatan pertigaan kedatuk Desa Kembang Kerang Daya Kecamatan Aikmel. Aroma itu berasal dari tumpukan sampah yang berada tepat disisi kiri jalan menuju Desa Beririjarak. Secara geografis memang daerah tersebut masuk wilayah Desa Karang Baru, Kecamatan Wanasaba. Namun tidak diketahui jelas darimana asal sampah-sampah tersebut, bisa saja sampah itu berasal dari tiga desa yang ada di sekitar tempat itu atau mungkn sampah itu memang berasal dari daerah terdekat dari lokasi itu misalnya dari dusun Keadatuk,
Desa Kembang Kerang Daya atau dari dusun Batu Rente, Aik Lisung atau dusun lain di Desa Karang Baru, entahlah …!

Pertigaan kedatuk adalah jalur penting yang menghubungkan desa-desa dari kecamatan Wanasaba, Suela dan Sembalun bahkan sebagi jalur alternatif bagi kecamatan yang ada di paling timur Kabupaten Lombok Timur ke kota kabupaten dan provinsi, begitu juga sebaliknya. Apalagi jalur kedatuk adalah jalur utama menuju tempat-tempat wisata pavorit yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Dan kedatuk juga merupakan jalur utama siswa dan guru yang hendak ke sekolah-sekolah baik yang ada di Desa Beririjarak maupun Karang Baru .

Sejauh ini belum terlihat upaya dari phak terkait untuk menanggulangi sampah-sampah tersebut. Padahal di bawah tumpukan sampah tersebut ada sungai kedatuk yang masih aktif yang airnya digunakan oleh warga di hilirnya untuk keperluan mandi, cuci , irigasi dan keperluan lainnya. Dan tidak jauh dari sana berjarak kurang lebih 20 meter ada mata air kedatuk yang tentunya digunakan untuk minum dan keperluan lainnya. Apalagi sekarang sampah-sampah itu sudah ada yang jatuh ke sungai entah sengaja dijatuhkan atau memang jatuhnya diakibatkan saking banyaknya volume sampah yang setiap hari bertambah.

Menurut hasil survey pribadi penulis, sampah-sampah tersebut terdiri dari campuran sampah organik dan anorganik yang sebagian besar berasal dari sampah rumah tangga . Pakaian bekas, pampers, plastic htam yang entah apa isinya (mudah-mudahan bukan bayi, ehem ) menumpuk bahkan sampai nyangkut disemak-semak pinggiran sungai. parah men !.


Seandainya pihak terkait misalkan pemdes terbuka hatinya untuk mecari solusi mengenai permasalahan sampah tersebut, seandainya ada papan himbauan untuk melarang pembuangan sampah disana, seandainya ada upaya penyadaran masyarakat untuk tidak membuang samapah sembarangan, seandainya ada upaya penyadaran masyarakat untuk memilah mana sampah organic dan anorganik, seandainya ada upaya pihak terkait untuk mengadakan tempat pembuangan sementara misalnya, seandainya ada upaya pihak terkait untuk mengadakan pelatihan pengolahan sampah beserta fasilitas penunjangnya dan masih banyak andai-andai yang lain, mungkin permasalahan sampah ini bisa teratasi. Pertanyaannya sekarang sampah di Kedatuk milik dan tanggungjawab siapa ?. (sh)

0 Response to "Sampah Kedatuk Milik dan Tanggung Jawab Siapa "

Posting Komentar