Pilkades dan Pendidikan Politik

Pilkades dan Pendidikan Politik
Gapuraberirijarak.com-Pilkades merupakan salah satu bentuk pesta demokrasi yang begitu merakyat. Pemilu tingkat desa ini merupakan ajang kompetisi politik yang begitu mengena kalau dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran politik bagi masyarakat. Pada moment ini, masyarakat yang akan menentukan siapa pemimpin desanya selama 5 tahun ke depan. Banyak bentuk pesta demokrasi yang telah digelar dalam kehidupan politik kita sekarang. Pilpres, Pilkada Gubernur, Pilkada Bupati dan Pemilu Legeslatif. Tak ketinggalan adalah Pilkades.

Dalam pelaksanaannya begitu mendetail keterkaitan antara pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaannya. Sehingga, perlu ketelitian dari tiap calon pemilih dalam menilai calon pemimpin yang akan dipilihnya tersebut. Namun pilkades terasa lebih spesifik dari pada pemilu-pemilu di atasnya. Yaitu adanya kedekatan dan keterkaitan secara langsung antara pemilih dan para calon. Sehingga, suhu politik di lokasi sering kali lebih terasa dari pada saat pemilu pemilu yang lain. Pengenalan atau sosialisasi terhadap calon-calon pemimpin bukan lagi mutlak harus lagi penting. Para bakal calon biasanya sudah banyak dikenal oleh setiap anggota masyarakat yang akan memilih.
Pilkades merupakan bagian dari proses kegiatan politik untuk memperkuat partisipasi masyarakat. Sehingga diharapkan akan terjadi perubahan yang signifikan di tingkat pedesaan. Semula kita hanya mengenal pesta demokrasi secara langsung berupa Pilkades ini. Sehinga pelaksanaannya banyak keluar dari etika dan norma politik. Money politic dengan berbagai bentuknya sulit sekali dihindari. Kemudian sejak era reformasi masyarakat dibudayakan dengan pemilihan pimpinan dengan cara pemilihan langsung. Dengan adanya pilkada di harapkan masyarakat dapat terlatih untuk peduli kepada pemimpinnya, serta sadar terhadap apa, siapa, dan bagaimana pemimpin yang akan di pilih nanti.
Dalam pemilihan pemimpin desa yang harus diutamakan ialah  tentang kapabilitas dari calon-calon pemimpin tersebut. Suatu desa tidak hanya dapat dipimpin oleh pemimpin yang bermodalkan kefiguritasan namun cacat secara intelektual, moral dan sosial. Pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat sekarang yakni seseorang memiliki akseptabilitas namun ditunjang oleh moral yang baik, memiliki kemampuan yang cukup untuk memimpin dan membimbing masyarakatnya dan juga memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas administratif dan perpolitikan, serta memiliki wawasan yang luas dan pandangan yang luas terhadap perbaikan masyarakat.
Desa Beririjarak termasuk dalam Desa yang akan mengikuti Pesta Demokrasi Pilkades Serentak. melalui Pilkades Serentak ini, di harapkan adanya partisipasi masyarakat bukan hanya pada saat Mencoblos, akan tetapi bagaimana Masyarakat lebih aktif dan jeli memilih peminpin Untuk 5 Tahun kedepan. di samping itu , hak pilih dan memilih masyarakat tidak akan tercoreng dengan adanya bentuk intimidasi maupun penekanan - penekanan oleh sekelompok orang yang bermaksud akan mencederai proses Demokrasi di Desa Beririjarak.

Mari Sukseskan Pilkades Desa Beririjarak Tahun 2017 dengan memberikan pencerahan dan pendidikan Politik yang baik kepada masyarakat.

Oleh : Saelal Arimi
warga Dusun Otak Kebon Desa Beririjarak kec. Wanasaba.
aktif di Komunitas Gapura ( Gerakan Pemuda Untuk Perubahan ) di Divisi Advokasi. 

0 Response to "Pilkades dan Pendidikan Politik"

Posting Komentar