Matak Pade Rau
Gapura beririjarak.com
Saelal Arimi ( Divisi Advokasi )
“Matak “merupakan kegiatan memotong Padi Gogo Rancah
dengan menggunakan alat yang dinamakan Rengkapan. Rengkapan sendiri terbuat
dari silet yang di tempel di kayu yang berbentuk lempeng. Matak memiliki makna
filosofi dimana di dalam proses matak tersebut terdapat nilai – nilai gotong
royong yang terbangun, dan masyarakat Desa Beririjarak menyebutnya sebagai “
Sesiru “.kegiatan sesiru dilakukan ketika waktunya bercocok tanam Padi Rau
(Padi Gogo ) ataupun ketika tiba musim
panen ( Matak ).
kelompok masyarakat dalam satu keluarga saling membantu secara bergantian pada waktu panen tersebut.“ Pade Rau “kata lain dari Gogo Rancah. Ada berbagai jenis dari pade Rau tersebut diantaranya, Pade Bulu,Pade Abang, Pade Reket Bedeng dan semua itu di panen dengan cara di patak. Pade Rau biasanya di tanam di Daerah Tadah hujan ( Perladangan ) melalui proses Najuk ( Makpak ). Batang dari pade Rau relative tinggi, kisaran 1 – 1,5 Meter sehingga proses panennya dengan di patak. Pada saat kegiatan Najuk ( makpak ) itulah dilakukan Ritual yang dinamakan “ Betandok “
kelompok masyarakat dalam satu keluarga saling membantu secara bergantian pada waktu panen tersebut.“ Pade Rau “kata lain dari Gogo Rancah. Ada berbagai jenis dari pade Rau tersebut diantaranya, Pade Bulu,Pade Abang, Pade Reket Bedeng dan semua itu di panen dengan cara di patak. Pade Rau biasanya di tanam di Daerah Tadah hujan ( Perladangan ) melalui proses Najuk ( Makpak ). Batang dari pade Rau relative tinggi, kisaran 1 – 1,5 Meter sehingga proses panennya dengan di patak. Pada saat kegiatan Najuk ( makpak ) itulah dilakukan Ritual yang dinamakan “ Betandok “
Sebelum proses Matak Pade Rau dilaksanakan ,
terlebih dahulu dilakukan sejenis Ritual yang dinamakan “ Memaoin “. Memauin
artinya memulai panen yang dilakukan terlebih dahulu oleh salah seorang Mangku
atau tokoh adat dengan memetik 2 x 9 Tangakai Padi. Artinya 9 tangkai bersama
daunnya dan 9 tangkai lagi tanpa daun. Sebelum memetic 9 tangkai padi tersebut,
mangku atau tokoh adat terleih dahulu mencari Tetandok yang sudah dipasang ketika musim Najuk ( makpak ) dulu. Kemudian
tangkai padi tersebut di bawa keliling oleh mangku tersebut dan didikuti beberapa orang yang membawa beberapa makanan
kemudian di taruh diatas “ Ancak “yang di tancapkan di tengah
– tengah tanaman padi.
Ancak sendiri merupakan sebuah wadah atau tempat menaruh
makanan yang terbuat dari bambu berbentuk segi 4 dan ada juga yang berbentuk
bulat lonjong. Kegiatan memauin / matak pade rau juga diirngi oleh alunan irama
Musik Rantok yang disebut dengan “ Beseliwakan “.
![]() |
| Jenis-jenis Pade Rau |
Seluruh rangkaian Ritual adat
dari musim najuk ( Betandok ) sampai dengan “Memaoin”
hingga sampai pada matak pade rau dilakukan sebagai bentuk harapan , Do’a serta
Rasa syukur Kepada Tuhan YME atas limpahan rizki berupa Padi Rau ( beras padi
gogo) yang melimpah.
Dahulu , Padi Rau (Padi Gogo
Rancah ) menjadi komoditas utama dan sebagai makanan utama masyarakat. Selain dimakan , Pade Rau
juga di simpan di Lumbung Padi. dengan
hasil yang melimpah Masyarakat Pada waktu itu tidak berfikir untuk menjualnya .
seiring perkembangan Zaman dan Tekhnologi , Produksi beras Merah Oleh
Masyarakat mulai berkurang dengan datangnya benih baru yaitu Benih padi Gabah.
Minat masyarakat menamam Padi Gogo mulai berkurang karena padi Gabah masa
panennya lebih cepat di samping Rasanya yang lebih Enak.
Seiring dengan itu pula budaya Sesiru yang menjadi warisan Para leluhur berangsur – angsur mulai Punah dan hampir Hilang. Berbagai atkrasi budaya Musim Matak Pade Rau yang mencerminkan Gotong Royong mulai Hilang dan komoditas Beras Merah Pun sangat jarang, padahal di sisi lain sudah banyak pemesan beras merah baik yang sudah menjadi beras maupun yang masih berupa benihnya.
Seiring dengan itu pula budaya Sesiru yang menjadi warisan Para leluhur berangsur – angsur mulai Punah dan hampir Hilang. Berbagai atkrasi budaya Musim Matak Pade Rau yang mencerminkan Gotong Royong mulai Hilang dan komoditas Beras Merah Pun sangat jarang, padahal di sisi lain sudah banyak pemesan beras merah baik yang sudah menjadi beras maupun yang masih berupa benihnya.
Pade Rau
Memoyong


0 Response to "Matak Pade Rau"
Posting Komentar