Gapura Dorong Pengembangan Budidaya Kopi di Desa Beririjarak.
| Kopi Rabutsa Desa Beririjarak |
Potensi Sumber Daya Alam ( SDA ) di
Beririjarak Kecamatan Wanasaba sangatlah melimpah terutama dari hasil bumi baik
pertanian dan perkebunan. Salah satu hasil perkebunan tersebut adalah kopi (Kahwa) jenis Robusta.
Jenis kopi Ini banyak tumbuh berkeliaran di perkebunan warga dan cendrung tidak pernah dipelihara. Masyarakat akan memanennya bila Kopi tersebut berbuah dan setelah itu di biarkan begitu saja tanpa ada perawatan selanjutnya.
Melihat hal tersebut, Gerakan Pemuda Untuk Perubahan (GAPURA) Desa Beririjarak sejak bulan Oktober 2107 yang lalu sudah mulai mencoba melakukan pengolahan kopi Robusta yang akan menjadi kopi ciri khas Desa Beririjarak. Melalui pelatihan yang diadakan oleh Gema Alam NTB, Komunitas Gapura mengolah Kopi tersebut secara sederhana yang dibeli dari masyarakat langsung.
Dengan adanya pengolahan Kopi langsung ini, diharapkan masyarakat tidak lagi menjual Kopi di pasaran dengan harga yang murah. Di samping itu juga, masyarakat akan berfikir untuk bagaimana memelihara tumbuhan Kopi yang sudah ada sehingga produksi kopi tetap ada.
Kedepan Gapura akan menjalin kerja sama atau mitra dengan masyarakat yang mengelola pohon kopi dengan membuat kelompok tani khusus petani Kopi sebagai bentuk pembinaan kepada masyarakat.
“Gapura akan Melakukan identifikasi masyarakat yang mengelola kopi kemudian kita akan bentuk kelompok tani khusus petani kopi selanjutnya kita akan buat semacam kerja sama atau mitra.“ tegas ketua Gapura kamis, 24/05/18 disalah satu kebun kopi milik warga .
Pada kesempatan yang sama, ketua Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Beririjarak dan juga Pengawas Gapura Mansyur,S.Pd mengungkapkan akan berupaya mendorong pemerintah Desa setempat untuk segera menganggarkan program ini dan secepatnya dilakukan pelatihan – pelatihan kepada Petani Kopi tersebut, mulai dari pemeliharaan dan pengelohan sehingga ini menjadi salah satu paket Ekowisata di Desa Beririjarak.
Jenis kopi Ini banyak tumbuh berkeliaran di perkebunan warga dan cendrung tidak pernah dipelihara. Masyarakat akan memanennya bila Kopi tersebut berbuah dan setelah itu di biarkan begitu saja tanpa ada perawatan selanjutnya.
Melihat hal tersebut, Gerakan Pemuda Untuk Perubahan (GAPURA) Desa Beririjarak sejak bulan Oktober 2107 yang lalu sudah mulai mencoba melakukan pengolahan kopi Robusta yang akan menjadi kopi ciri khas Desa Beririjarak. Melalui pelatihan yang diadakan oleh Gema Alam NTB, Komunitas Gapura mengolah Kopi tersebut secara sederhana yang dibeli dari masyarakat langsung.
Dengan adanya pengolahan Kopi langsung ini, diharapkan masyarakat tidak lagi menjual Kopi di pasaran dengan harga yang murah. Di samping itu juga, masyarakat akan berfikir untuk bagaimana memelihara tumbuhan Kopi yang sudah ada sehingga produksi kopi tetap ada.
Kedepan Gapura akan menjalin kerja sama atau mitra dengan masyarakat yang mengelola pohon kopi dengan membuat kelompok tani khusus petani Kopi sebagai bentuk pembinaan kepada masyarakat.
“Gapura akan Melakukan identifikasi masyarakat yang mengelola kopi kemudian kita akan bentuk kelompok tani khusus petani kopi selanjutnya kita akan buat semacam kerja sama atau mitra.“ tegas ketua Gapura kamis, 24/05/18 disalah satu kebun kopi milik warga .
Pada kesempatan yang sama, ketua Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Beririjarak dan juga Pengawas Gapura Mansyur,S.Pd mengungkapkan akan berupaya mendorong pemerintah Desa setempat untuk segera menganggarkan program ini dan secepatnya dilakukan pelatihan – pelatihan kepada Petani Kopi tersebut, mulai dari pemeliharaan dan pengelohan sehingga ini menjadi salah satu paket Ekowisata di Desa Beririjarak.

0 Response to "Gapura Dorong Pengembangan Budidaya Kopi di Desa Beririjarak."
Posting Komentar